by

Perempuan Malang

Perempuan Malang

Padamu perempuan malang

Duduk diserambi rumah menyeka kepeningan

Hembusan angin seakan tak mampu melenyapkan

S’gala perih meronta jiwa

 

Kelopak bola mata tak mampu menahan

bendungan dahsyat

Hendak mengeluarkan butiran bola kristalnya

Bersembunyi dibalik giris  hujan yang lebat

Tak tampak ada kupu-kupu berselimut duri

Tetesan hujan Seakan mengerti akan keringnya daun

tak lagi merubah warna hijaunya

Padamu perempuan malang…

Menyandarkan diri dari pohon kokoh berdiri tegak

Walau berkali-kali terjatuh diterpa duri yang tajam

Tak goyahkan semangat tuk ubah potret indah hidupmu

Menjangkau berjuta judul-judul mimpi indah tuk jadi nyata

menerangi kisah hidup mencapai kepulasannya

 

 

Cerita Hujan dan angin

Hujan….

Detik demi detik engkau teteskan butiran putih

Membasahi seluruh alam

Engkau taburkan  kabar bahagia

Pengobat rindu yang telah menepi

Namun kedatanganmu serasa berbeda

Engkau hadir dan menjelma menjadi rindu

Menyeruak membisikkan asa penuh harap kepada angin

Hati resah ,,,,

Menanti kabar balik dari angin

Entah kapan resah dalam rindu kan menjelma

Berharap angin selalu hadir membawa kabar bahagia

Menghembuskan desirannya yang menghangatkan jiwa

Membelai lembut relung hati yang sendu

Menyemai rindu menanti hadirmu

Agar kelak hujan kan temui hadirnya angin dalam canda  bahagia

 

 

PENULIS

Evi Susianti, S.Pd.GR

Pengajar

hobi membaca dan menonton.  Lahir di Bulukumba, 9 Agustus 1991.

Email

susiantie63@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

News Feed