by

NURANI YANG PINCANG

Antara  Nam Num Umruma dan Nam Nur Alminulah

Banyak jiwa yang tersamar dalam warna

Mereka tersamar  dalam nyanyian kadasih

Yang hitam seakan putih dan putih seakan hitam

Aku belajar memahami semua sisi

Namun tak jua menemukan arti

 

Aku bertanya pada kehidupan

Ia menjawabnya pada keheningan

Aku  bertanya pada kebisingan

Ia  menjawab  pada kehidupan

Dalam rasa yang tak ingin mendebat

Aku abaikan saja keduanya dalam senyum

 

Dalam Perjalan hidup

Wajar saja ada makna yang asing

Pertama, ketika  melihatnya tak berdaya, padahal seharusnya ia berjaya

Kemudian,  ketika melihatnya terbahak di depan yang sakarat

Kemudian,  ketika memilih jalan yang mudah antara yang sulit untuk menutupi kebodohan

Kemudian, ketika  melakukan kesalahan dan coba menghibur diri dengan mengatakan bahwa semua orang juga melakukan kesalahan

Kemudian, ia menghindar kerana takut, lalu mengatakan ia orang yang paling sabar

 

 

“Tuhan”  membisik ku dalam nurani

 Yang benar tidaklah terlepas dari dosa yang jahat.

Yang bersalah sering merupakan korban dari yang terluka

Meskipun dunia memberat di atas hatimu

Tetaplah tersenyum seperti matahari

Sebab dalam cahayamu memisah antaraa hitam dan putihnya hidup

 

Oleh

Anhar, S. Pd.,  M.Pd

Owner  edunews-institut.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

News Feed