by

MANIVESTASI PENDIDIKAN ERA 5.0

Oleh: Anhar, S.Pd., M.Pd

Konsep pendidikan Era 5.0 seharusnya sudah tidak menjadi asing bagi tenaga pendidik atau masyarakat luas pada umumnya. Pada tahun 2005 Thomas El Friedmen dalam bukunya The World Is Flat ( Bumi Sudah Rata) telah membagi konsep dan tatanan kehidupan menjadi 5 fase (fase ini di luar pembahasan 10 konvergensi globalisasi ala Friedmend, dkk). Pertama, mulai dari fase awal yaitu, The Klasikal Age, dimana kehidupan dijalani berdasarkan hukum alam dan memakan apa yang sediakan oleh alam, semua bergantung pada alam di fase ini. Beberapa abad kemduian, fase ini bergeser ke fase yang, Kedua, fase ini  disebut Tradisional Age. Dimana, kehidupan sudah mulai menemukan metode bercocok tanam, membuat alat-alat sperti kapak, pedang,  dan lain-lain serta  tidak hidup nomaden seperti fase pertama. Kemudian, beberapa abad selanjutnya fase ini bergeser pada fase Ketiga, yaitu New Tradisional Age. Dimana masyarakat  sudah mulai menemukan dan membuat alat-alat transportasi, pertanian, dan alat-alat penunjang guna memudahkan keberlanjutan kehidupannya. Beberapa decade selanjutnya fase ini bergeser pada fase Keempat, yaitu New Era, atau sering disebut Industrial Age, atau Gold The Era (era keemasan)  berkat kerja keras James Watt dan kawan-kawan. Fase  ini masyarakat sudah sangat poluler dengan alat bantu seperti mesin, transportasi berbasis mesin canggih dan sudah muali mengenal metode komunikasi lewat telefon dan radio berkat  hasil kerja keras  Graham Bell dan kawan-kawan yang sejamannya. (Pada dekade ini juga sering disebut sebagai transisi dari abad Renaisanse menuju abad Moderenisme, akan tetapi Friedmend tidak mencoba menyentuh sisi ini dikarenakan sangat sensitif dengan dogma ideologis,  sebab ia tidak percaya segala sesuatunya ada campur tangan Tuhan)

Fase terahir yang digagas oleh Friedmen setelah revolusi Industri (4.0) yaitu fase Kelima, atau  sering disebut sebagai Era 5.0. adalah fase Transfprmasi Information, Konsep dan Meaning.  Pada awal kemunculannya di Jepang, fase ini disebut sebagai Society 5.0 (Masyarakat 5.0) atas dasar muncul konsep “Basic Policy on Economic and Fiscal Management and Reform 2016” yang merupakan bagian inti dari rencana strategis yang diadopsi Kabinet Jepang, Januari 2016. Era  5.0 dianggap  merupakan jawaban atas tantangan yang muncul akibat Era Revolusi Industri 4.0 yang dibarengi disrupsi yang ditandai dunia yang penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Pada fase  asemua akses dan fasiltas telah tersedia dan  berkembang begitu pesat, sehingga kemajuan itu sendiri yang mengancam keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat secara global. Era 5.0 atau  fase Trasformasi Informasion, konsep dan Meaning adalah alternatif solosi yang ditawarkan dunia sendiri untuk memperbaiki dirinya. Sebab dengan hadirnya era ini, masyarakat selain dituntut mampu bersaing secara progresif dan akselaratif  dari berbagai aspek kehiduapannya, mereka juga harus sejalan dengan moto dan keselamatan diri dan dunia selain dirinya.

Pasalnya, definisi lain secara  transdel Era 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir dari rahim Era Revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

 

Tentu saja, hadirnya Era 5.0 menjadi solusi sekaligus ancaman berat bagi dunia Pendidikan, khsusnya pendidikan di Indonesia. Perkembangan dunia pendidikan tengah memasuki masa yang sangat penting. Tidak saja dalam upaya memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan optimal. Tetapi juga masa penting yang akan menentukan kelanjutan pendidikan itu sendiri’

 

Saat ini, tantangan dunia pendidikan Indonesia semakin kompleks, akut, juga progresif dan transparan akan semua perubahan dan tentu saja  menuntut persiapan dan pemikiran yang sangat serius. Kita dihadapkan pada suatu perubahan yang cepat dan non-linear. Ini sebagai akibat bergulirnya Era Revolusi Industri  4.0 yang belum tuntas diapahami dan aplikasikan. Kemudian ditambah  kemajuan teknologi dan informasi 5.0  ini memungkinkan otomatisasi di hampir semua bidang yang nantimya SDM terganti dengan teknologi.

Bersambung  di tag 2.

 

 

Anhar, S.Pd., M.Pd.

Dosen STIE Balikpapan

Wakil Kepala BAAK STIE Balikpapan

Wakil Kepala Lembaga Bahasa STIE Balikpapan

Founder edunews-institut.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed